Rabu, 16 September 2015

My Hometown

Kota Kecil di Lereng Gunung Panderman


Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang. Sebelumnya wilayah Kota Batu merupakan bagian dari Sub Satuan Wilayah Pengembangan 1 (SSWP 1) Malang Utara. Rerletak 15 km sebelah barat Kota Malang, berada di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Kota Batu berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan barat.

Wilayah kota ini berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut dan diapit oleh 3 buah gunung yang telah dikenal yaitu Gunung Panderman (2010 meter), Gunung Arjuna (3339 meter), Gunung Welirang (3156 meter). Kodisi topografi yang bergunung-gunung dan berbukit-bukit menjadikan Kota Batu bersuhu udara rata-rata 15-19 derajat Celsius.
Dengan dukungan Topografi – Sarana dan Prasarana yang memadai menjadikan Kota Batu sebagai salah satu tujuan untuk menghabiskan waktu libur, sehingga Kota Batu dijuluki sebagai the real tourism city of Indonesia oleh Bappenas.
Banyak sekali tempat pariwisata yang bisa kita kunjungi. Seperti : Jawa Timur Park 1 dan 2, Batu Night Spectacular, Museum Angkut, Coban Rais, Selecta, Songgoriti, dan masih banyak lagi tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Dan semua harga tiket masuk cukup terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.
Selain tempat wisata yang cukup banyak Kota batu juga mempunyai kebudayaan yang cukup unik dan menarik.
1.      Bantengan
           Seni Tradisional Bantengan adalah sebuah seni pertunjukan budaya tradisi yang menggabungkan unsur sendra tari, olah kanuragan, musik, dan syair/mantra yang sangat kental dengan nuansa magis. Pelaku Bantengan yakin bahwa permainannya akan semakin menarik apabila telah masuk tahap “trans” yaitu tahapan pemain pemegang kepala Bantengan menjadi kesurupan arwah leluhur Banteng (Dhanyangan).
           Perkembangan kesenian bantengan di Kota Batu telah dimulai sejak pada jaman perjuangan. Pada masa tersebut, para pemuda Kota Batu (yang masih menjadi bagian Kadipeten Malang) banyak dikirim ke Pondok Pesantren untuk mempelajari Ilmu Kanuragan Pencak Silat yang berpusat di daerah Jombang.
Seperti yang telah disebutkan diatas, erat kaitan kesenian bantengan dengan Pencak Silat, maka setelah nyantri (mencari ilmu di Pondok Pesantren) para pemuda Batu kembali kekampung halaman dan mendirikan padepokan Pencak Silat. Untuk menarik para pemuda yang ada di perkampungannya mau mempelajari Kanuragan Pencak Silat, maka dikembangkanlah kesenian Bantengan dengan penokohan hewan Banteng yang liar sedang melawan Macan (Harimau).
            Pada masa perjuangan melawan penjajah tersebut, penokohan ini dilambangkan yaitu hewan Banteng yang hidup koloni (berkelompok) adalah lambang Rakyat Jelata dan hewan Macan (Harimau) melambangkan Penjajah Belanda, serta ada tokoh hewan Monyet yang suka menggoda Banteng dan Macan serta memprovokasi keduanya untuk selalu bertarung. Monyetan ini melambangkan Provokator.
Sampai saat ini, kesenian Bantengan Batu (yang telah berotonommi menjadi Kotamadya tersendiri lepas dari Kabupaten Malang) masih terus menjaga eksistensinya. Bahkan pada perkembangannya di pelosok pelosok pedesaan, kesenian Bantengan telah mampu berdiri sendiri diluar kelompok Padepokan Pencak Silat.
             Selanjutnya, kesenian Bantengan yang berkembang pesat di Batu ini dibawa oleh salah satu tokoh pencak silat di daerah Bumiaji menuju wilayah Pacet Mojokerto (karena letak dua wilayah yang berdekatan di lereng pegunungan Arjuno-Welirang) dan dikembangkan kesenian ini sampai sekarang.
2.      Tari Sanduk
          Sanduk adalah sebuah tarian yang dimainkan oleh banyak orang serta diiringi dengan musik pengiringnya. Tari sanduk dapat diikuti oleh semua orang tidak terkecuali dan tidak mengenal umur, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tarian ini biasanya ditampilkan pada saat perayaan-perayaan tertentu maupun festifal yang diperlombakan.
                              Nahh, selain wisata dan kebudayaannya. Tak lengkap jika berlibur ke Kota Batu tidak membeli oleh-oleh makanan khas dari Kota Batu. Banyak sekali olahan makanan atau camilan yang bisa dijadikan buah tangan. Berikut makanan dan minuman khas Kota Batu
1.       Keripik Apel
    Keripik apel adalah keripik hasil olahan buah apel yang digoreng dengan cara khusus, biasanya menggunakan mesin penggoreng hampa. Jika menggunakan cara penggorengan biasa yakni dengan menggunakan kuali/wajan buah apel tidak akan menjadi keripik karena buah akan rusak terkena suhu panas yang berlebih. Dengan menggunakan mesin penggoreng hampa buah apel digoreng dengan suhu yang lebih rendah sekitar 50°-60°C sehingga tidak merusak buah apel tersebut.

2.       Jenang Apel
  Jenang apel adalah salah satu makanan khas Kota Batu yang berbahan dasar apel. Buah apel diolah menjadi bubur dan dimasak hingga benar-benar matang dan sedikit mengeras. Rasa jenang apel ini sangat manis. Jenang apel sangat cocok dijadikan oleh-oleh khas kota Batu.

3.       Sari Apel
Sari apel adalah salah satu minuman yang terkenal dari Kota Batu. Sari apel adalah minuman yang berbahan dasar apel yang dioleh dan diambil sarinya. Sari apel sangat cocok dijadikan oleh-oleh khas Kota Batu

Dan masih banyak lagi.
Jadi, kalau kalian semua lagi berada di Jawa Timur harus dan wajib deh mampir ke Kota ku ini karena tempatnya sangat recommended banget untuk berlibur bareng keluarga, teman, ataupun pacar sekalipun :D
Okedeh.. cukup sekian sedikit cerita tentang Kota Kecilku semoga bermanfaat gaess :D
Sumber  :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar